Selasa, 08 Januari 2013

FEATURE



IJAZAH TAK “BERTUAH” 

Setiap orang yang menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya berharap agar nantinya mendapat pekerjaan yang layak dan mampu memenuhi kebutuhan hidup. Harapan itu mungkin tidak dapat terealisasi, karena fakta di lapangan banyak sarjana yang sulit mencari pekerjaan. Saat ini terdapat sekitar 780.000 sarjana yang menganggur di Indonesia.  

CONTOH PENGGUNAAN BAHASA JURNALISTIK PADA MEDIA ANAK-ANAK



HUJAN
Di Indonesia di kenal ada 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Kita  sudah melewati musim kemarau yang jatuh pada bulan April sampai bulan September. Kini kita memasuki bulan-bulan dimana musim hujan akan tiba. Musim hujan biasanya jatuh pada bulan Oktober sampai dengan bulan Maret.

Taukah kamu, mengapa bisa terjadi hujan?
Nah, begini jawabannya. hujan terjadi karena adanya penguapan genangan air. Genangan air itu seperti laut, danau, dan lain-lain. Penguapan terjadi pada saat musum kemarau. Pada musim kemarau, air yang ada di laut atau danau akan menjadi surut karena banyak diuapkan. Penguapan ini disebabkan oleh panas sinar matahari. Saking panasnya, maka air berubah menjadi gas, lalu menguap keatas dan berkumpul membentuk awan yang sangat besar.
Awan yang berisi uap air ini, sering kita sebut dengan nama mendung. Begitu banyaknya uap air yang terkumpul, menyebabkan awan itu berat untuk menampungnya. Maka uap air yang membentuk  awan itu  akan jatuh ke permukaan bumi menjadi titik-titik air. Titik-titik air yang jatuh inilah yang dinamakan hujan.
Pada saat musim hujan genangan air seperti laut dan danau akan pasang kembali. Air laut dan danau yang pasang ini akan diuapkan lagi saat musim kemarau tiba.

CONTOH PENGGUNAAN BAHASA JURNALISTIK PADA MEDIA REMAJA



TIPS BELI GITAR
Hay sobat! Apakah sobat  baru saja memutuskan hendak belajar bermain gitar? Atau sudah belajar bermain gitar? Namun masih memakai gitar pinjaman untuk berlatih. Hari gini minjem, beli dong. Hehehe
Sebagai gitaris atau calon gitaris,  sebaiknya sobat memiliki gitar sendiri. So, mulai sekarang sisihkanlah uang saku sobat untuk membeli gitar. Dalam membeli sebuah gitar diperlukan kejelian yang khusus untuk mendapatkan gitar yang baik. Untuk memilih gitar, diperlukan pula kejelian untuk menguji/membandingkan kualitas gitar yang bakal kita beli. Bila kita engga punya kejelian ini, tentu bisa rugi.
 Hmm, gimana caranya memilih dan membeli gitar yang baik ya? Tenang saja. Kali ini kita akan membahas tips memilih dan menguji saat membeli gitar, agar mendapat gitar yang baik. Horeeee!
Pertama, berapa budget yang tersedia?
Pasalnya, rentang harga dan kualitas gitar jauh lebih beragam ketimbang alat musik lain. Rentang harga gitar yaitu mulai ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah (kaya harga mobil ya, sampai ratusan juta rupiah).
Tentunya sobat tau, harga berkaitan dengan kualitas. Untuk gambaran dasar, gitar yang harganya diatas satu juta rupiah kualitas suara yang dihasilkan engga usah diragukan lagi karena bodinya terbuat dari kayu. Sedangkan gitar yang harganya dibawah 1 juta biasanya memakai kayu lapis untuk bahan bodinya. Gitar yang berbahan dasar kayu suaranya akan makin bagus bila makin sering dimainkan. Sedangkan gitar dari kayu lapis suaranya begitu-begitu saja. So, harga berapa yang sesuai isi kantong sobat? (Putuskan mulai sekarang, waktunya 30 detik. Hahaha)
Kita memang mesti sesuaikan dengan kebutuhan maupun isi kantong kita. Satu sisi bila kita betul-betul pemula rasanya berlebihan membeli gitar yang harganya puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Disisi lain, janganlah terlalu pelit lah. Sobat tentu engga ingin menyakiti jari, merusak telinga dan musikalitas dengan gitar yang harganya murah alias murahan, bukan?
Kedua, perhatikan kondisi fisiknya!
Sebelumnya sobat harus tahu nama bagian-bagian gitar. Sudah tau ya? Okay kalau begitu
Perhatikan seluruh bagian gitar mulai dari kepala sampai pantat, apakah mulus atau ada “korengan” (maksudnya lecet atau reengga). Kalau sudah mulus, lanjut ketahap berikutnya. Pastikan engga ada bagian yang kendor atau lepas dengan cara mengocok gitar. Bila engga ada suara, artinya siplah. Terakhir periksa neck gitar dan pastikan engga melengkung. Caranya, angkat gitar lalu sejajarkan pantat gitar dengan mata sobat. Kemudian lirik kearah kepala gitar dan pastikan neck gitar engga melengkung.
Ketiga, bagaimana kualitas suaranya?
          Beres pada bagian fisik gitar, selanjutnya stem-lah gitar sesuai nada standar. Mulai dari senar satu (paling bawah) nada dasarnya "E", senar dua "B", senar tiga "G", senar empat "D", senar lima "A", dan senar enam (paling atas) nada dasarnya "E". Bila sobat awam dengan nada, sobat bisa menggunakan tuner (alat untuk melacak nada senar gitar), atau sobat bisa meminta bantuan staf toko (hal ini untuk mengurangi resiko bila terjadi apa-apa, sobat engga ganti rugi. Bener engga?). Setelah itu, periksa seluruh fret. Pastikan tiap fret memiliki suara yang tepat, dan berbeda dengan fret-fret lain. Pastikan juga engga ada fret yang pecah. Ciri-ciri fret pecah  adalah berbenturan dengan senar saat di petik dan mengeluarkan bunyi yang engga nyaman. Hal ini disebabkan tinggi rendahnya fret yang terpasang engga sama.
Keempat, Apakah sobat menyukai gitar itu?
Semua standar sudah terpenuhi. Artinya sobat sudah mendapatkan gitar yang ideal (tepuk tangan dulu dong), tetapi sobat engga menyukai gitar tersebut. Hal ini sering terjadi. Jangan paksakan memilih gitar itu. Kalau sobat memaksakan, nanti sobat akan cepat bosan memainkannya. Ini ibarat pacaran dengan cewek yang kita engga suka, walaupun memenuhi standar tetapi… ya sobat sendiri taulah jawabannya. Solusinya, cari gitar lain yang harganya sebanding dan tentunya memenuhi standar diatas.
Standar diatas berlaku untuk semua gitar. Kata orang-orang mencari gitar memang sulit, sama halnya dengan mencari jodoh. Jadi, sobat harus teliti dalam memilihnya, agar mendapat jodoh yang sobat suka dan cintai dengan setulus hati.hehehehehe
Selamat berburu "jodoh" ya sobat! :D